'Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Sehingga, Allahlah yang harus memberi rezeki kepadanya dan kepadamu, Dialah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'' (QS Al Angkabut [29]: 60). Betulkah ekonomi yang tak menentu sekarang ini yang menyebabkan 'penyakit' panik sangat mudah menyerang anak bangsa kita? Barangkali tidak, jika kita menyelam ke inti persoalannya, bahwa bukan semata-mata krisis ekonomi, melainkan kita umumnya tidak memiliki keyakinan. Karena tidak optimistis, kita menjadi gamang, marah, takut, dan khawatir yang berlebihan terhadap seseorang, walaupun kita sangat kenal dengan orang tersebut. Selanjutnya, tidak adanya keyakinan itu kadang mendorong kita tidak percaya pada seseorang, yang sesungguhnya seseorang itu tidak akan merugikan diri kita dari segi materi. Memang tanpa keyakinan, manusia tak bisa hidup. Akan terus diselimuti keragu-raguan, ketidak percayaan, kesombongan, merasa dirinya paling hebat, merasa dirinya paling pinter, takabur, sombong, congkak, angkuh, peliiit + mediit dll. Tapi sesungguhnya sak begja – begjane wong kang lali isih begjo wong kang Eling lan Waspodo. Surodiro joyoningrat lebur dening pangastuti.
Minggu, 27 Juli 2008
Takut dan Khawatir Yang Terlalu Berlebihan Terhadap Seseorang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar